Listrianih siregar
XII 5
-Alamat IPv4
Biner merupakan sistem penomoran yang terdiri dari angka 0 dan 1 yang disebut bit. Sebaliknya, sistem penomoran desimal terdiri dari 10 digit yang terdiri dari angka 0 - 9.
Biner penting untuk kita pahami karena host, server, dan perangkat jaringan menggunakan pengalamatan biner. Secara khusus, mereka menggunakan alamat IPv4 biner, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, untuk saling mengidentifikasi.
Setiap alamat terdiri dari string 32 bit, dibagi menjadi empat bagian yang disebut oktet. Setiap oktet berisi 8 bit (atau 1 byte) yang dipisahkan dengan titik. Misalnya, PC1 pada gambar diberi alamat IPv4 11000000.10101000.00001010.00001010. Alamat gateway defaultnya adalah antarmuka R1 Gigabit Ethernet 11000000.10101000.00001010.00000001.
Bekerja dengan bilangan biner bisa jadi menantang. Untuk kemudahan penggunaan oleh orang-orang, alamat IPv4 biasanya dinyatakan dalam notasi desimal bertitik seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. PC1 diberi alamat IPv4 192.168.10.10, dan alamat gateway defaultnya adalah 192.168.10.1.
-Notasi Posisi
Notasi posisi berarti bahwa satu digit mewakili nilai yang berbeda tergantung pada "posisi" yang ditempati digit tersebut dalam urutan angka. Anda sudah mengetahui sistem penomoran yang paling umum, sistem notasi desimal (basis 10).
Sistem notasi posisi desimal beroperasi seperti yang dijelaskan pada Gambar 1. Klik judul baris untuk deskripsi setiap baris. Untuk menggunakan sistem posisi, cocokkan angka yang diberikan dengan nilai posisinya. Contoh pada Gambar 2 mengilustrasikan bagaimana notasi posisi digunakan dengan bilangan desimal 1234.
Sebaliknya, notasi posisi biner beroperasi seperti yang dijelaskan pada Gambar 3. Klik judul baris untuk deskripsi setiap baris.
Contoh pada Gambar 4 mengilustrasikan bagaimana bilangan biner 11000000 sesuai dengan bilangan 192. Jika bilangan biner tersebut adalah 10101000, maka bilangan desimal yang bersangkutan adalah 168.
-Konversi Biner ke Desimal
Untuk mengubah alamat IPv4 biner menjadi titik desimal yang setara, bagi alamat IPv4 menjadi empat oktet 8-bit. Selanjutnya, terapkan nilai posisi biner ke bilangan biner oktet pertama dan hitung sesuai.
Misalnya, pertimbangkan bahwa 11000000.10101000.00001011.00001010 adalah alamat IPv4 biner dari sebuah host. Untuk mengubah alamat biner menjadi desimal, mulailah dengan oktet pertama seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Masukkan bilangan biner 8-bit di bawah nilai posisi baris 1 dan kemudian hitung untuk menghasilkan bilangan desimal 192. Angka ini masuk ke oktet pertama dari notasi desimal bertitik.
Selanjutnya ubah oktet kedua seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Nilai desimal yang dihasilkan adalah 168, dan itu masuk ke oktet kedua.
Ubah oktet ketiga seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3 dan oktet keempat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4 yang melengkapi alamat IP dan menghasilkan 192.168.11.10.